Perang Melawan Bolaang-Mongondouw dan Lahirnya Ikrar Minaesa1
Ketika Raja Bolaang-Mongondouw dibunuh oleh pasukannya sendiri oleh kecerdikan Pingkan Mogoguney, maka dimulailah perang Malesung melawan Bolaang-Mongondouw (1606). Pada waktu itu suku-suku Minahasa tinggal di wilayahnya masing-masing sebagai negara-negara walak dengan pemerintahan sendiri. Pemimpin setiap walak disebut Tu’a um Walak.
Dari kerajaan Bolaang-Mongondouw, datanglah Ramokian menyerang Langoan, tetapi pasukannya berhasil dikalahkan. Ketika bala bantuan didatangkan, ia memutuskan untuk menyerang negeri Kakas dan Tondano. Dotu Gerungan (Tondano) dan Dotu Wengkang (Kakas) maju menghadapinya dan memukul mundur mereka sampai ke Mangket, dekat Kapataran sekarang. Ketika didengar oleh Walak Remboken bahwa saudara sesukunya diserang oleh pasukan Mongondow, maka majulah kepala walak Tarumetor bersama pemimpin-pemimpin yang lain: Kambil, Pakele, Sumoyop, Kawengian, Koagow, Sumarau, Kowaas dan Sendow ke Mangket, menghadapi pasukan Mongondow yang telah membangun pertahanan di Mangket. Tarumetor berhasil membunuh Ramokian dan laskar Remboken menang atas pasukan Mongondow.
