Loading...

Thursday, November 5, 2009

Apakah Ada Tiga atau Dua Perang Tondano Melawan Belanda?

Sepertinya ada perdebatan tentang apakah memang benar ada tiga seri Perang Tondano melawan Belanda. Di satu sisi F. S. Watuseke hanya menyebut dua, seperti yang disebutkan oleh Dr. Supit, yakni tahun 1661-(1664) dan 1808-1809. Akan tetapi di sisi lain, R.E.H. Kotambunan serta sumber-sumber lainnya yang dikutip oleh Boèng Dotulong menyaksikan tentang sebuah perang lain di tahun 1709-1711 yang menjadikannya tiga. Hal ini menimbulkan masalah ketika penyebutan Perang Tondano hendak diurut, karena diterimanya perang tahun 1709-1711 sebagai sequel dari perang 1661 menjadikan perang monumental tahun 1808-1809 sebagai yang ketiga, atau jika sebaliknya maka ia menjadi yang kedua.

Sejak yang diperdebatkan adalah perang tahun 1709-1711, maka pembuktian tentang seluk beluk perang itu diperlukan untuk memperjelas apakah perang tahun 1808-1809 adalah yang ketiga atau yang kedua. Di bawah ini hanyalah merupakan pemaparan literatur yang saya baca.

F.S. Watuseke menamai perang yang dipatoknya tahun 1707-1710 sebagai Perang Tondano-Tombulu, di mana walak Tondano dibantu oleh Remboken dan Kakas melawan tiga walak kecil Manado, Ares dan Kalabat, yang disokong oleh ketiga Hukummajoorkepala: Supit dari Tombariri, Pa’at dari Tomohon, dan Lonto’ dari Sarongsong. Ia tidak secara spesifik menyebut adanya tindakan represif dari pihak Belanda untuk mengatasi situasi tersebut:

“V.O.C. bersikap meninjau dari jauh. Takut jangan-jangan pemasukan beras kepadanya terancam, maka pejabat-pejabat V.O.C. menganjurkan agar supaya pengungsi-pengungsi itu [Tongkimbut-bawah dan Tongkimbut-atas yang mengungsi ke teluk Amurang] kembali. Ke Tondano diutus juga pejabat-pejabat V.O.C.; akhirnya perselisihan itu reda (1710).

Kotambunan merujuk pada tulisan N. Graafland tentang adanya perang itu dan Dr. E. C. Godee Molsbergen tentang campur tangan V.O.C. untuk meredakan kekacauan yang ada. Dikatakan bahwa V.O.C., setelah usaha yang tak berhasil dari Sekretaris Van den Burgh untuk yang menyelesaikan perselisihan antar hukum-hukum, segera bertindak terhadap Tondano dan mengira bahwa, seperti pada Perang 1661, Tondano mudah dikalahkan. Tetapi ternyata perang ini berlaku dua tahun lamanya.

0 comments:


Lindungi Danau Kita dengan Menjaga Hutan Kita. Jangan biarkan ini terjadi!

http://www.wepa-db.net/pdf/0712forum/presentation26.pdf

Popular Posts