Monday, October 11, 2010

Aku Perempuan Manado

Donita Gerina Tolioe menulis unek-uneknya sebagai wanita Manado di Kompasiana dengan judul: Aku Perempuan Manado**

Tubuh seksi. Kulit putih. Wajah cantik. Senyum menggoda. Gestur tubuh aduhai, mengundang pria untuk bertekuk lutut. Duh, cewek Manado. Asoy Geboy katanya... Untuk memenangkan hatinya, butuh modal gede,( itu juga katanya)....apa betul?

"Menurut kamu rejeki itu apa?" tanya seorang pria

"Rejeki nggak harus diukur dari uang saja. Rejeki bisa datang persahabatan, teman dan hal-hal baik dari hidup" jawab saya.

Pria itu tidak tersenyum. Ia terdiam sejenak dan menatap wajah saya dalam-dalam. Saya agak risih dan menarik wajah saya perlahan.

"Maaf, boleh tau, kamu orang mana?" katanya

"Orang Indonesia" jawabku

"Iya, tau, maksudku: suku?"

"Manado" jawabku.

Pria itu tersenyum sumringah. Rada mengejek. Ia lagi-lagi menatap saya. Ada ekspresi yang sangat keheranan. Mungkin ia nggak kuat. Ia pun tertawa sekeras-kerasnya. Dia bilang, nggak percaya. Saya senyum-senyum saja, meski sedikit sebal. Saya memaklumi.

Wajar dia nggak percaya. Kulit saya tidak putih, tapi kuning langsat, malahan agak coklat. Saya memang sedikit sipit. Kalau saya ke ITC Mangga dua, banyak yang memanggil saya dengan sebutan, "ci...", Beberapa teman saya mengatakan saya mirip Batak. Nggak sedikit yang bilang, saya lebih mirip orang Vietnam.

Kalau disandingkan dengan perempuan Manado lainnya, Duh- .... saya bener-bener nggak masuk dalam kategori cantik. Jauhhhh Deh!!!! Perempuan Manado biasanya memiliki kecantikan ala para bintang. Sebagian mereka, lebih mirip Chinese. Ada juga yang memiliki wajah blasteran dan rada kebule-bulean.

Mungkin karena itu ia menertawakan saya.

"Apa karena saya nggak putih?" tanyaku

"Bukan itu, saya lebih tertarik dengan jawabanmu tadi mengenai rejeki" ucapnya.

Kali ini lebih memukul saya. Barangkali ia memang nggak percaya sama jawaban saya tadi. Soalnya, ada anggapan Perempuan Manado terkesan matre. Nggak cuma itu- banyak anggapan bahwa orang Manado itu MENANG TAMPANG DOANG! Apa benar????

Pernyataan itu tentu sudah menjadi jargon yang terkenal dan sekaligus menimbulkan suatu 'steriotipe' kalau orang Manado rata-rata menonjolkan fisik dan penampilan doang. Ada bahkan teman yang mencela, "Gaya sih kayak anak menteng, padahal kantongnya cuma bisa beli cireng!!!"

Kasar banget tuh orang....

Aku Perempuan Manado....

Saya besar dari keluarga Manado yang sebenarnya 'Manado abies'. Ibu saya suka sekali belanja baju. Waktu dia muda, separuh gajinya bisa abies cuma untuk beli satu potong baju. Dari kecil juga, ibu gemar membelikan saya baju untuk setiap kesempatan acara...Semua serasi dengan sepatu dan tas yang saya pakai...Kadang aku jadi sebal karena terlalu diatur-atur dan harus tampil sempurna. Kalau mau ke acara keluarga, sering ribut dulu- karena kemauannya harus diikuti.

Aku Perempuan Manado....

Sewaktu usia dini, tak terbilang segudang pesta yang telah bikin pusing. Maklum orang Manado doyan kumpul-kumpul dan PARTY. Tak sedikit juga kerabat dan saudara yang menggelar pesta gila-gilaan. Biasanya, kami pesta dari malam hingga pagi. Semua orang berdansa, berceloteh dan pesta digelar hampir setiap malam minggu.

Makanan pun berlimpah, kadang sampai mubazir. Belum lagi nge-judi. Tak lengkap rasanya kalau tidak ditemani minuman beralkohol. Sudah rahasia umum - setiap bertemu dalam pesta- cewek-cewek biasanya cipika cipiki-kemudian mata langsung mengamati sepatu, gaun dan tas orang lain serta menganalisis "parfum apa yang dia pakai?"

Saya tak tahan berlama-lama berpesta. Kalau sudah larut malam, saya memilih mojok dan tidur. Duh- kalau ingat saat itu- rasanya miris- apalagi kalau dibandingkan dengan keadaan sekarang: semuanya serba prihatin.

Aku Perempuan Manado...

Barangkali memang aku berbeda. Kulitku kuning, agak coklat dan nggak bening seperti saudara-saudaraku lainnya. Waktu aku kecil aku pernah menangis karena diejek anak laki-laki di sekolah. Katanya aku hitam dan pesek. Perkataan itu menyilet-nyilet hatiku, soalnya aku merasa terdiskriminasi dan minder. Rasanya, seperti itik jelek yang berada di tengah-tengah angsa cantik.

Perkataan itu lagi-lagi membenarkan kalau saya tidak secantik perempuan-perempuan di keluarga saya. Ejekan itu juga memukul saya dan meletak saya dalam sebuah perbandingan. Seharian saya memandang wajah di cermin dan meneteskan air mata.

Aku Perempuan Manado...

Selain itu, saya lebih suka pergi ke toko buku dan menghabiskan waktu seharian. Kalau ada waktu luang, biasanya saya menulis. Malam minggu pun saya di kamar dan menghabiskan berbagai bacaan menarik. Saya suka sangat suka buku. Dari usia 6 tahun pun, saya sudah rajin nongkrong di toko buku.

Sekarang- ketika bekerja-saya tetap penggila buku. Kalau punya uang, biasanya saya belanja buku- daripada beli kosmetik atau memborong pernak-pernik wanita. Selain itu, saya nggak gitu suka dugem. Saya lebih memilih pergi ke museum, dan saya sangat menikmati hal itu. Jadi nggak heran kalau dalam komunitas keluarga, saya dianggap agak 'absurd' he he he ....

Saya Perempuan Manado...

Saya sangat sedih mendengar anggapan kalau perempuan Manado menang berani, matre dan melakukan apapun untuk melakukan kesenangan. Berangkat dari pengalaman saya- kebiasaan orang Manado memang doyan pesta dan ber-glamour – ria, makanya rata-rata cewek Manado dinilai gampang dan menilai laki-laki dari ukuran uang.

Beberapa teman saya bahkan berkomentar, "maaf ya- karena orang Manado itu biasanya glamor- biasanya banyak masalah seperti perceraian, tukang selingkuh dan tukang utang...Dunianya soalnya hedonis..."

Saya bilang padanya, kalau soal itu saya sudah nggak kaget. Beberapa kerabat bahkan banyak yang suka selingkuh demi harta. Tak sedikit yang menyabet suami orang semata-mata karena ingin ngelunasin utang judi. Bahkan ada yang pacaran ama seorang cowok, tapi malah menikahi bapaknya karena duitnya lebih banyak. Pusing!!!!!! Semua saling tusuk, saling tikam, saling manipulasi, demi gengsi, demi dihargai, demi mendapatkan pengakuan- harga diripun rasanya sudah tak berarti.

Penglabelan memang kejam. Meski saya tegaskan, tidak semua perempuan Manado seperti itu.

Saya Perempuan Manado...

Tak jarang, dalam segi seksualitas, perempuan Manado memiliki tempat tersendiri. Ada bahkan yang menggunakan kesempatan ini, untuk hal-hal yang diluar batas.

Saya banyak menemui teman-teman Manado yang prihatin dengan kondisi ini. Mereka berbagi cerita unik. Suatu saat mereka pergi ke rapat. Selesainya, seorang klien ingin membawa mereka untuk bersenang-senang. "Duh- menggiurkan!!! Jangan pulang dulu nih! Hiburan dulu! Di sini ada stock perempuan Manado" ucap sang klien.

Teman-teman saya terkejut dan marah. Kata mereka, "Kalau hal ini terjadi di Manado, masih mending. Tapi ini di Jakarta. Aduh menyedihkan!" Emang kenapa kalau perempuan Manado? Lebih panas dan menggairahkan? Padahal dengan adanya teknologi yang canggih, banyak perempuan bisa putih era kini.

Banyak juga yang lebih cantik. Bahkan ada yang bukan Manado- tapi ngaku-ngaku Manado supaya bisa meninggalkan kesan tersendiri dan menjadi reklame dagang biar laris manis.

Sebenarnya masih banyak legenda dan sejarah kepahlawanan perempuan Manado. Namun semua itu lenyap oleh cerita-cerita miring tentang perempuan Manado...

Jadi steriotip tentang perempuan Manado yang terkesan nggak bener, jangan membuat mental masyarakatnya 'down'- sebab harga diri manusia itu tidak dilihat dari latarbelakang suku, ras dan agama- tapi dari kontribusinya pada lingkungan sekitar.

(semoga melegakan- maaf kalau ada yang tersinggung dengan tulisan ini- saya tidak bermaksud apa-apa)

**Sumber: http://www.facebook.com/profile.php?id=614753166&v=wall&story_fbid=440284403166#!/note.php?note_id=429106392556
Post by: Bert Toar Polii

6 comments:

Anonymous August 29, 2013 at 8:45 AM  

Saya pria manado/minahasa. Tolong teman2 perempuan minahasa jgn kawin sama suku lain. Agar keturunan minahasa tetap asli dan satu kawanua. Gb.

Anonymous August 29, 2013 at 8:55 AM  

Cowok dan cewek manado/minahasa sangat ganteng dan cantik. Jd cewek minahasa cari cowok minahasa begitupulah cowok. Spy dapa kturunan Le tetap asli. Okok. Plis ya jangan cari ya lain. Dampaknya sangat rigo besar. Hidup minahasa. Gb.

Anonymous August 29, 2013 at 8:57 AM  

Mksudx rugi bukan rigo. Hehehe..

Anonymous August 29, 2013 at 9:01 AM  

Love minahasa people. Godbless.

Anonymous October 25, 2013 at 6:38 AM  

Aku pria manado/minahasa. My girl minahasa tolong jang bkin malo. Kita orang kristen harus menjadi contoh yg baik. Janganlah menjadi murahan trhadap suku lain dan jangan kawin sama suku lain spy keturunan kita tetap asli. Citra my girl minahasa telah rusak (sedih hatiku). Sekali lagi jang kawin sama pria dr suku lain. Thanks before. GodBless

Luna lulu May 20, 2018 at 3:47 AM  

maaf yaa perlu di ketahui masyarakat se Indonesia stereotif negatif ttg perempuan manado itu ulah pendatang dan bukan berdarah asli Minahasa... mereka mmg lahir di manado tapi lingkungan dan bawaan keluarganya tidK bisa dipungkiri ... kehidupan glamour org manado lebih kpd kesenangan untuk rasa persaudaraan, dan optimisme hidup sangat terasa bagi org manado... bukan kesenangan untuk cari selingkuh atau menginginkan milik org lain.. itu mah hanya pemikiran org pendatang, karena kaget dgn kehidupan org manado yg kebarat-baratan, kalo soal ngeliat penampilan dan menilai org mmg ada negatifnya tapi jika kita bisa merespon yg baik dgn org tsb pasti akan menjadi teman yg akrab,ciri khasnya bgitu, mmg tidk bisa dipungkiri saya juga sesama cewek manado suka ngeliat penampilan org, bgitu juga teman2 saya tapi bukan berarti saya menghina mereka ,hanya sekedar menilai, yg si A simple tapi cantik, yg si B kurg cntik tapi lumayanlah, tas nya gila hrga 500rbuan, yg sana tasnya yg murah, dn bla bla bla... bukan berarti sya tidak mau berteman dgnnya, saat org itu menyapa baru ngobrol lama2 saling add sosmed masing2 baru stalking2 like2,baru nanya2 tas, lipstik, kamu beli dimana sya liat bagus, dll. jadi menurut saya mba bicara dulu jgn dlu negatif menilai org scpat itu. org Manado asli Minahasa itu pikirannya sudah terlatih dan terdidik sesuai ajaran2 nenek moyang budaya dan pahlawan Sam Ratulangi.. bisa di search ttg perempuan Minahasa pada jaman sebelum kartini telah meraih prestasi2 sekolah luar negeri dan peran perempuan yg dominan dlm pendidikan etika, keuletan dan kerajinan... sbgaiman leluhur Minahasa adalah perempuan, cuman mmg tidak ter ekspos sehingga kurgnya pengetahuan akan perempuan Manado asli. dilain itu steriotif ttg perempuan manado muncul karena rasa iri oleh oknum2 tertentu karena keindahan, kehebatan dan kecantikan perempuan manado...


Lindungi Danau Kita dengan Menjaga Hutan Kita. Jangan biarkan ini terjadi!

http://www.wepa-db.net/pdf/0712forum/presentation26.pdf

Popular Posts