Arus Pinggir dari Pinawetengan
Agung Setyahadi
Tabuhan tambur mengiringi barisan petani berpakaian hitam-hitam dan bercaping menuju ladang. Ibu-ibu petani mengenakan pakaian putih berenda-renda dan bawahan kain sarung. Wajah mereka berseri-seri di bawah hangat sinar matahari. Kultur agraris melekat di masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, yang siang itu merunut identitasnya.
Sembilan keluarga besar Minahasa dan perwakilan etnis tetangga berkumpul di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Minahasa, awal Juli lalu. Mereka merayakan pesta adat watu pinawetengan dan watu tumotowa. Berbagai kesenian dimunculkan untuk membumikan warisan leluhur.
Kultur agraris yang ditonjolkan siang itu adalah kelapa dan padi. Masyarakat diingatkan kembali pada potensi di lingkungan sekitar untuk dikelola sebaik mungkin. Pesta adat ini dikemas untuk membumikan kembali nilai-nilai kehidupan yang semestinya diresapi.
Tabuhan tambur mengiringi barisan petani berpakaian hitam-hitam dan bercaping menuju ladang. Ibu-ibu petani mengenakan pakaian putih berenda-renda dan bawahan kain sarung. Wajah mereka berseri-seri di bawah hangat sinar matahari. Kultur agraris melekat di masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, yang siang itu merunut identitasnya.
Sembilan keluarga besar Minahasa dan perwakilan etnis tetangga berkumpul di Desa Pinabetengan, Kecamatan Tompaso, Minahasa, awal Juli lalu. Mereka merayakan pesta adat watu pinawetengan dan watu tumotowa. Berbagai kesenian dimunculkan untuk membumikan warisan leluhur.
Kultur agraris yang ditonjolkan siang itu adalah kelapa dan padi. Masyarakat diingatkan kembali pada potensi di lingkungan sekitar untuk dikelola sebaik mungkin. Pesta adat ini dikemas untuk membumikan kembali nilai-nilai kehidupan yang semestinya diresapi.

