Wednesday, October 13, 2010

Perang Melawan Bolaang-Mongondouw dan Lahirnya Ikrar Minaesa1

Ketika Raja Bolaang-Mongondouw dibunuh oleh pasukannya sendiri oleh kecerdikan Pingkan Mogoguney, maka dimulailah perang Malesung melawan Bolaang-Mongondouw (1606). Pada waktu itu suku-suku Minahasa tinggal di wilayahnya masing-masing sebagai negara-negara walak dengan pemerintahan sendiri. Pemimpin setiap walak disebut Tu’a um Walak.

Dari kerajaan Bolaang-Mongondouw, datanglah Ramokian menyerang Langoan, tetapi pasukannya berhasil dikalahkan. Ketika bala bantuan didatangkan, ia memutuskan untuk menyerang negeri Kakas dan Tondano. Dotu Gerungan (Tondano) dan Dotu Wengkang (Kakas) maju menghadapinya dan memukul mundur mereka sampai ke Mangket, dekat Kapataran sekarang. Ketika didengar oleh Walak Remboken bahwa saudara sesukunya diserang oleh pasukan Mongondow, maka majulah kepala walak Tarumetor bersama pemimpin-pemimpin yang lain: Kambil, Pakele, Sumoyop, Kawengian, Koagow, Sumarau, Kowaas dan Sendow ke Mangket, menghadapi pasukan Mongondow yang telah membangun pertahanan di Mangket. Tarumetor berhasil membunuh Ramokian dan laskar Remboken menang atas pasukan Mongondow.

Saturday, October 31, 2009

Perang MALESUNG versus BOLAANG-MONGONDOUW

[Bagi teman-teman dari Bolaang-Mongondow yang kebetulan membaca tulisan ini, biar kiranya tulisan ini sekedar menjadi refleksi sejarah yang mengatakan kepada kita semua sekarang ini bahwa kita telah belajar apa arti permusuhan dan persahabatan, dan olehnya kita telah memperoleh kebajikan untuk memberi teladan kepada mereka yang kelak datang sesudah kita.]

Oleh: Boèng Dotulong

Perang Pertama (1606)
Ketika orang-orang Bolaang di bawah kepemimpinan Ramokian (salah seorang anak dari Rama Polei/Polii) bersama iparnya Panulogon menderita kekalahan dalam perang di Langoan, mereka meminta didatangkan balabantuan dari Bolaang dan menyerang negeri Kakas dan Tondano.
Akan tetapi pahlawan-pahlawan dari kedua walak ini yang dipimpin oleh kepala walak Dotu Gerungan dari Tondano dan dotu Wengkang dari Kakas memukul mundur musuh sampai di Mangket, dekat negeri Kapataran yang sekarang.



Lindungi Danau Kita dengan Menjaga Hutan Kita. Jangan biarkan ini terjadi!

http://www.wepa-db.net/pdf/0712forum/presentation26.pdf

Popular Posts