Wednesday, October 13, 2010

Perjalanan Tonsingal ke Tepi Utara Danau Tondano

Setelah memahami hal ikhwal sub-etnis Toudano dalam sejarah ke-Minahasaan-nya, maka sejarah mendaratnya Tounsingal di Tanjung Pulisan dapat diletakkan pada konteksnya yang sebenarnya. Bahwa keturunan Toar Lumimuut mengadakan pertemuan di situs Tu’ur in Tana’ di mana terjadi peristiwa Pinawéténgan u nuwu atau pinawéténgan um posan. Lalu Toudano, yang pada waktu itu dikenal dengan Tontumaratas, berangkat ke Atep diantar oleh Tona’as Singal,1 dan kemudian karena mengejar para perompak yang menyerang Atep, sejumlah orang dari kelompok ini terdampar di wilayah Tidore.2 Sebelumnya, golongan tua-tua telah berangkat ke wilayah Kakas. Dari wilayah Laut Maluku mereka berusaha kembali ke negeri Malesung dan mendarat di Tanjung Pulisan di mana mereka membangun dua wanua, yakni Lumian dan Lumambot.3 Karena hancurnya perkampungan mereka akibat diterjang badai (atau juga oleh sebab-sebab lainnya), mereka memutuskan untuk memasuki pedalaman Malesung.

Saturday, October 31, 2009

SEJARAH SINGKAT "SUKU TOUDANO"

(abad ke- XV; tahun eksak tidak terusut lagi).(1)

Oleh: Boèng Dotulong

Setelah terjadi pembagian bahasa serta penetapan religi/posan/pelii di "Tu'ur in Tana' (pusat- , dasar-bumi) nama ini diganti dengan "Watu Pinawètèngan" (batu di mana telah diadakan pembagian).

Selang rapat pembagian berjalan, didirikan 4 buah pondok, yaitu:
1. Arah Baratdaya untuk suku Tountèmboan = orang yang memiliki peti-pusaka;
2. Arah Baratlaut untuk suku Toumbulu' = orang yang berdiam di gunung;
3. Arah Timurlaut untuk suku Tounsèa = orang yang berdiam ditempat punuh tumbuhan sèa (Monochoria Tinctoria Roxb.);
4. Arah Tenggara untuk suku Tountumaratas = orang yang telah memutuskan; kata asal “ta'tas” = tebang, putus.



Lindungi Danau Kita dengan Menjaga Hutan Kita. Jangan biarkan ini terjadi!

http://www.wepa-db.net/pdf/0712forum/presentation26.pdf

Popular Posts